Tuesday, December 18, 2018

REVIEW: DRAMA KOREA HELLO MONSTER/ I REMEMBER YOU





Hi Millers πŸ™ŒπŸ™Œ

Kali ini aku akan membahas salah satu drakor lama yang berjudul Hello Monster/ I Remember You. Kalau Millers salah satu fans oppa Seo In-Guk, wajib banget nih nonton drama yang satu ini.

Menurut aku, penampilan oppa In-Guk lebih tampan di dalam drama ini jika dibandingkan drama replay 1997 meskipun dia menjadi lebih gembul. Untuk akting sama aja, jempolan seperti biasanya πŸ˜†.

Meskipun tergolong drama lama, tapi drama ini recommended banget untuk ditonton atau di rewatch. Drama ini memiliki alur cerita yang menarik, dan pesan moral yang dapat menyentuh hati penonton.

Untuk aku pribadi, alasan lain drama ini wajib banget ditonton adalah karena adanya suami aku Park Bo-gum dan D.O EXO (haha halu time πŸ˜‚πŸ˜‚).

Okey meskipun drama ini sebenarnya sedikit berat, tapi mari kita coba membahas kdrama ini. 

Adapun cast utama dalam drama ini :
  • Seo In-Guk sebagai Lee Hyun
  • Park Bo-Gum sebagi Jung Sun-Ho
  • Choi Won-Young sebagai Lee Joon-Ho
  • Do Kyung-Soo sebagai Lee Joon-Ho young
  • Jeon Kwang-Leol sebagai Lee Joong-Min
  • Jang Na-Ra sebagai Cha Ji-An
  • Lee Chun-Hee sebagai Kang Eun-Hyeok
  • Min Sung-Wook sebagai Son Myeong-Woo
  • Kim Jae-Young sebagai Min Seung-Joo
  • Song Seung-Won sebagai Choi Eun-Bok

Drama ini tayang pada bulan juli 2015 dengan 16 episode. Untuk genrenya adalah Romance, thriller, mistery, dan police procedural.


Setelah aku menonton setengah dari keseluruhan episode, kesan pertama yang aku pikirkan adalah drama ini seolah-olah terinspirasi dari film Sherlock holmes (Soalnya aku ngefans banget sama film dan novel Sherlock holmes dari berbagai versi hehe). Yang mirip bukanlah kasus ataupun alur ceritanya, tetapi penokohan kedua pemeran utama pria, dan cara pemecahan suatu kasus sebagai profiler (yah meskipun gak sekeren Sherlock holmes sih).



Aku beranggapan kalau Lee Hyeon (Seo In-guk) sebagai Sherlock holmes yang merupakan penasihat kepolisian (profiler), sedangkan Jun Sun-Ho (Park Bo-gum) sebagai Moriarty yang merupakan penasehat para criminal (otak dari ide kejahatan). Menurutku penokohan ini sangat mirip meskipun tidak sampai ke episode akhir, dikarenakan Jun Sun-Ho telah berjanji tidak membunuh lagi ketika akhirnya bisa bersatu kembali dengan sang kakak (Lee Hyeon).


Untuk karakter para tokoh sendiri aku sangat suka, karena cara berpikir mereka yang sangat pintar. Untuk judul "I remember you", menurut aku diambil dari permainan yang dilakukan lee min/ Jun Sun-Ho yakni “Ingatlah aku”. Lee Min/Jun Sun-Ho akan mengirimkan satu kartu kepada lee hyeon setiap ia akan melakukan pembunuhan. Ia melakukan hal itu dengan harapan lee hyeon dapat mengingat tragedi masa kecil mereka dan mengingat dirinya kembali melalui kartu-kartu yang ia kirimkan.


Sinopsis: 

Untuk ceritanya sendiri adalah menceritakan tentang Lee Hyeon merupakan seorang professor kriminologi, penulis buku kriminal, dan penasehat kepolisian (profiler) di Amerika. Akhirnya ia pun kembali ke negara asalnya Korea Selatan, karena adanya undangan aneh dari seorang stranger melalui email. 

Setibanya di korea, ia pun mengetahui bahwa email yang dikirimkan kepadanya merupakan petunjuk terhadap suatu kasus pembunuhan yang sedang terjadi di Korea Selatan. Karena penasaran dengan pengirim email tersebut, ia pun berusaha memecahkan kasus tersebut. Untuk mempermudah menyelidiki kasus tersebut, ia pun menawarkan diri menjadi penasihat kepolisian (profiler) divisi khusus kejahatan kriminal. Namun setelah kasus tersebut selesai, alih-alih mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya, kasus-kasus lain pun muncul. Karena ia merasa terdapat benang merah diantara kasus yang terjadi, ia pun memutuskan tetap ikut menyelidiki seluruh kasus yang terjadi. 

Setelah menangani beberapa kasus, ia pun mendapatkan kembali seluruh ingatan masa kecilnya dan petunjuk keberadaan adik laki-lakinya yang selama ini ia cari (bahkan ia kira sudah meninggal). 

Kembali flashback ke masa kecil Lee Hyeon yang menyedihkan. Kisah menyedihkan ini dimulai ketika Lee Jung Min yang merupakan ayah Lee hyeon yang merupakan seorang psikolog memutuskan meneliti seorang narapidana yang bernama Lee Joon Yeong. Lee Joon Yeong merupakan salah satu narapidana muda yang ditakuti dan dikenal sebagai psikopat yang membunuh tanpa mayat.

Dalam masa penelitiannya, Lee Jung Min beberapa kali melakukan wawancara dengan Lee Joon Yeong, dengan harapan ia dapat mengetahui alasan ia melakukan seluruh pembunuhan yang ia lakukan, bagaimana pola pikirnya, dan apa yang membuatnya tumbuh menjadi seseorang psikopat. Namun disaat meneliti Lee Joo-Yeong, Lee Jung Min merasa bahwa anak pertamanya (Lee Hyeon) memiliki potensi sebagai psikopat karena memiliki beberapa kemiripan tingkah laku dengan yang dilakukan Lee Joo-Yeong. Ia mengingat bahwa anaknya Lee Hyeon pernah mengompol dan membunuh binatang. Lee Hyeon juga merupakan seorang anak yang detail dan jenius, serta sering menggambar dengan imajinasi yang tidak seperti manusia pada umumnya. Anak bungsunya (Lee Min) juga pernah mengatakan padanya bahwa ia jangan terlalu mempercayai kakaknya (Lee Hyeon). 

Hingga pada suatu saat, Lee Hyeon menyusul ayahnya (Lee Jung Min) ke penjara dikarenakan tas kerja ayahnya ketinggalan di rumah. Sesampainya disana, bukannya bertemu ayahnya, namun ia bertemu dengan Lee Joon Yeong yang merupakan psikopat yang sedang diteliti ayahnya.

Lee Hyeon yang merupakan anak yang pintar dan tidak penakut, memberanikan diri untuk berbicara dengan Lee Joo Yeong. Mereka pun ngobrol dan berbagi rahasia. Ketika Lee Jung Min (ayah Lee Hyeon) kembali ke sel Lee Joon Yeong, ia sangat terkejut ketika melihat anaknya berbicara dengan akrab dengan Lee Joon Yeong. Lee Jung Min pun segera membawa Lee Hyeon keluar dari sel itu, dan menanyai Lee Joon Yeong apa yang ia telah katakan kepada anaknya.

Ketika ditanyai mengenai apa yang telah ia bicarakan, Lee Joon Yeong hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu rahasia dirinya dengan Lee Hyeon anaknya. Karena shock dan takut, Lee Jung Min pun langsung memutuskan berhenti bertemu dengan Lee Joon Yeong dan semakin khawatir kepada anaknya Lee Hyeon.

Lee Jung Min yang khawatir Lee Hyeon akan menjadi seorang psikopat mengerikan seperti Lee Joon Yeong, ia pun mulai mengurung Lee Hyeon diruang bawah tanah rumahnya.

Ia menjauhkan Lee Hyeon dari dunia luar, dan menjadi guru pribadi anaknya untuk seluruh pelajaran sekolah alih-alih harus belajar di sekolah. Dengan melakukan hal itu, Lee Jung Min berharap dapat mengubah, dan melindungi Lee Hyeon dari pengaruh dunia luar yang dapat memicu keadaannya semakin parah.

Tak berapa lama dari saat itu, polisi memberitakan bahwa narapida Lee Joon Yeong berhasil kabur dari penjara. Ternyata target pertama Lee Joon Yeong adalah Lee Jung Min. Ia pun datang ke rumah Lee Jung Min dan membunuhnya. Dalam proses pembunuhan itu pun Lee Joon Yeong membiarkan Lee Hyeon menyaksikan ayahnya meninggal dihadapannya. 

Ketika Lee Joon Yeong akan melarikan diri, ia sengaja membawa Lee Min yang saat itu bersembunyi di dalam mobil. Lee Min merupakan putra bungsu Lee Jung Min. Lee Hyeon yang melihat Lee Joon Yeong akan melarikan diri dengan mobil ayahnya, menyadari bahwa adiknya juga berada di dalam mobil tersebut. Ia pun berlari dengan sekuat tenaga utuk menyelamatkan adiknya. Namun bukannya berhasil mengejar mereka, ia malah terjatuh dan membuatnya lupa ingatan. Disinilah titik awal kehidupan yang menyedihkan kedua bersaudara ini dimulaii~~



Review

Overall aku menyukai drama ini dikarenakan alurnya yang mudah dimengerti meskipun penceritaannya banyak menggunakan flashback dan menggunakan topik yang berat. 

Drama ini juga memberikan beberapa plot twist yang cukup mengejutkan penonton yang membuat alur drama ini semakin seru. 


Dalam drama ini, karakter yang paling aku suka adalah Lee hyeon. Ia merupakan seorang jenius yang dapat berpikir seperti seorang psikopat, yang dimana berkat kejeniusannya ini, ia dapat dengan mudah memecahkan kasus kejahatan. 

Namun sisi negatifnya adalah kemampuannya ini terkadang membuatnya tidak percaya pada dirinya sendiri. Hal ini juga dipicu dengan secuil ingatan masa kecilnya, dimana ayahnya mengatakan bahwa dirinya adalah seorang monster. Hal ini benar-benar membuatnya meragukan dirinya sendiri. Namun meskipun begitu, Lee Hyeon selalu di jalan yang benar. 


Untuk kisah Lee Hyeon dan Cha Ji-Ahn sepertinya hanya sebagai bumbu penyedap dari Penulis. Meskipun kehidupan percintaan mereka tidak terlalu tersorot karena banyaknya kasus dan beratnya tragedi hidup yang menghubungkan mereka berdua, tetapi dengan scene romance yang sederhana sudah cukup membuat penonton tahu bahwa mereka saling menyukai.


Pemain lain yang menarik perhatianku adalah Park Bo-Gum dan D.O EXO. Seperti aku katakan sebelumnya, aku sangat menyukai mereka. Dalam drama ini akting Park Bo-Gum sangat bagus. Image Park Bo-Gum adalah seorang innocent, ceria, dan baik. Namun ketika menonton drama ini, penonton akan merasakan imagenya yang berubah menjadi villain yang memiliki jiwa psikopat yang mengerikan. 

Disisi lain, kita juga bisa melihat bagusnya akting D.O. Meskipun oppa ini seorang Idol dan hanya seorang cameo di dalam drama ini,  namun aktingnya keren banget πŸ‘πŸ‘.


Oh iya, ada 1 part dalam drama ini yang menarik perhatianku yaitu lukisan yang selalu digambar dan dilukis oleh Lee Min/Jun Sun-Ho kecil dan dewasa. Ketika kecil, ia menggambar dua orang anak lelaki dalam 1 tubuh yang sama seperti dua tubuh satu kepala, atau dua tubuh yang bergabung. Seolah-olah ada 2 orang manusia namun dari satu tubuh. Sedangkan saat dewasa, ia melukis hal yang sama, namun objeknya berubah menjadi pria dewasa. Aku pernah baca sih kalau gambar-gambar seperti ini banyak digambar oleh orang-orang yang memiliki bakat menjadi psikopat (tapi gak tau juga bener apa gak).

 

Menurutku drama ini banyak memberikan pembelajaran hidup. Salah satunya adalah keluarga dan lingkungan sekitar benar-benar faktor yang paling penting dalam pertumbuhan seorang anak.

“Apakah orang-orang memahami mu?”
“Apakah ayah/ibumu mempercayaimu?”

Kedua pertanyaan memang sering dipertanyakan oleh seorang anak ketika mendapatkan perlakuan berbeda /tidak adil. Bahkan jawaban dari kedua pertanyaan ini dapat mengubah seseorang secara drastis. Ucapan-ucapan yang dianggap remeh dan sederhana untuk sebagian orang, namun merupakan hal yang krusial untuk sebagian orang, hingga mungkin dapat mengubah hidup orang tersebut.

“Ada orang bodoh dari lahir. Orang melihatnya sebagai orang bodoh, dan menyebutnya bodoh sehingga ia menjadi benar-benar menjadi orang yang bodoh.

 

Ada orang yang terlihat berbeda dari lahir. Orang mengatakannya sebagai seorang monster sehingga ia pun benar-benar menjadi seorang monster. Jadi pertanyaannya, bagaimana orangtua/lingkunganmu melihat/memanggilmu?”

Lee Joon Yeong sendiri pun menjadi seorang monster oleh karena itu. So, menurut aku, gak ada orang jahat/buruk dari lahir!! Ada satu perkataan Lee Joon Yeong yang membuatku menjadi sedikit mengasihani ia (tapi tidak membenarkan perbuatannya), yaitu

“Aku iri. Seandainya dahulu ada yang memahamiku, mungkin aku dapat menjadi seperti dirimu (Lee Hyeon) yang sekarang”

Ia sendiri terobsesi dengan Lee Hyeon karena Lee Hyeon cilik merupakan orang pertama yang memahami dirinya dan mengatakannya sebagai seseorang yang berbeda, bukan sebagai pembunuh atau monster. Hal yang membuat aku salut dari scene ini adalah fakta bahwa orang terjahat sekali pun masih memiliki kasih. Ia menyayangi Lee Hyeon dan Lee Min dan ingin tinggal bersama mereka sebagai sebuah keluarga (yah meskipun bentuknya terlihat sebagai obsesi bukan rasa sayangπŸ˜•). Lee Joon Yeong memperhatikan dan menyukai mereka tanpa ada syarat ataupun imbalan. Sebagai seorang psikopat pun, ia tetap memberikan pilihan kepada Lee Hyeon.

“Kau bisa menjadi seperti apa yang kau inginkan. Kau bisa menjadi seseorang sepertiku juga, atau kau dapat menjadi kebalikan dariku. Bukan hanya ada 1 pintu. Kau dapat pergi melalui bagian depan ataupun melalui pintu belakang”

Disamping segala kejahatannya, perkataannya merupakan hal yang sangat baik. Ia paham seburuk apa dirinya dan tidak memaksakan orang lain untuk harus seperti dirinya. Tapi feel ini dapat kita rasakan berkat akting D.O yang keren sih. Oppa D.O ahli banget akting karakter kaya gini😌😌. 


Dan terakhir ingin aku bahas adalah keromantisan kakak beradik Lee hyeon dan Lee min.

“Selama 20 tahun, aku membencimu, merindukanmu, menunggu dan mengawasimu. Itulah yang aku lakukan selama 20 tahun. Kau segalanya bagiku”

Sweeetttt bangeeett gak sehhhhhhh!!!!! 😱😱

Meskipun berpisah selama 20 tahun, dan menemukan sang adik dalam keadaan yang sudah melakukan banyak hal buruk, ikatan persaudaraan mereka kuat banget. Setelah bersatu kembali, sang kakak yang tidak ingin terlalu mendorong keras adiknya tetapi tetap menuntun agar adiknya berubah, sedangkan sang adik berusaha memahami sang kakak, dan menuruti seluruh perkataan sang kakak meskipun tidak sesuai dengan pola pikirnya.

Aku kasih bonus foto kebersamaan mereka deh. Bicara tentang visual?? jangan ditanya πŸ˜€


Dan terakhir salam manja dari babang D.O 😚😚 See you next review ya πŸ™πŸ™




Load comments