Friday, August 23, 2019

REVIEW: Drama Korea Doctor Prisoner






Hi Millers πŸ‘‹πŸ‘‹

Saat ini kita akan membahas drama korea yang bercerita tentang dunia kedokteran yang berjudul “Doctor Prisoner/Dakteo Peurizeuneo”. Drama ini tayang  pada 20 Maret 2019- 15 May 2019 di stasiun TV Korea Selatan KBS 2.


Drama ini bergenre  medical drama, thriller, crime, mystery, law, dan politics.  Adapun pemeran utama dari drama ini yaitu :
  • Namgung Min sebagai Na Yi Je, 
  • Kwon Na Ra sebagai Han So Geum, 
  • Kim Byung Chul sebagai Sun Min Sik, dan 
  • Choi Won Young sebagai Lee Jae Joon. 

Untuk pemeran lainnya ada :
  • Park Eun Seok, Kim Jung Nan, Jang Hyun Sung, Jin Hee Kyung, Lee Da In, Kang Shin Il, Lee Joon Hyuk, Lee Min Young, Choi Duk Moon, dan Lee Joo Seung yang juga merupakan aktor/aktris berbakat yang sudah sering kita lihat di drama lainnya.


Sinopsis


Na Yi Je (Namgung Min) merupakan seorang ahli bedah yang cerdas dan berbakat. Ia juga merupakan dokter yang baik dan sering kali membantu orang-orang yang kurang mampu dalam hal pengobatan maupun dana. Hidupnya bahagia hingga suatu hari ia terjebak dalam kecelakaan medis yang membuat ia kehilangan ijin praktek dan juga harus mendekam dipenjara.

Disaat ia dipenjara, ibunya yang sedang sakit pun mengalami ketidakadilan sehingga tidak mendapatkan perawatan medis hingga pada akhirnya meninggal. Ia pun memutuskan untuk balas dendam. Ia memulai rencana balas dendamnya dengan menjadi dokter di klinik medis penjara, dimana dalam penjara ini terdapat sektor khusus yang memberikan perlakuan khusus untuk tahanan yang termasuk golongan orang kaya dan berkuasa. 

Untuk menyukseskan rencana balas dendamnya, ia  berusaha untuk menjadi kepala medis di klinik penjara tersebut. Untuk mendapatkan jabatan itu, ia harus merencanakan banyak rencana untuk melengserkan kepala medis sebelumnya yakni Sun Min Sik (Kim Byung Chul). Dalam pelaksanaan balas dendamnya, ia  bertemu dengan beberapa orang yang juga memiliki kebencian yang sama seperti dirinya dan akhirnya menjadi sekutunya.

Semua rencananya pun berjalan dengan baik hingga akhirnya ia bertemu dalang utama penderitaannya, yakni seseorang yang dianggap “Dewa” untuk banyak orang. Meskipun sangat sulit dan dibutuhkan banyak usaha, Na Yi Je tetap kuat dan bertahan, karena ia percaya ia mampu menghancurkan “Dewa” yang dianggap oleh semua orang sebagai orang yang tak akan bisa dikalahkan.




Review


Pada awalnya aku tertarik menonton drama ini karena drama ini bercerita tentang dunia kedokteran, dan yang membuat semakin menarik adalah karena drama ini dikelilingi banyak aktor/artis senior yang tentunya membuat aku yakin bahwa ini drama bagus. Mulai dari awal hingga akhir drama, banyak adegan yang membuatku terkesan. Sebenarnya ceritanya agak berat tetapi tetap seru karena alurnya yang sulit ditebak sehingga membuat kita terus penasaran akan adegan selanjutnya.

Alurnya banyak mengunakan alur maju mundur dan peletakan plot cerita yang sangat teratur mulai dari pengenalan, awal konflik, pengembangan masalah, puncak masalah, hingga ending. Alurnya juga banyak dibumbui plot twist yang membuat kita tidak dapat menebak alurnya. Untuk ketiga aktor utamanya sih sebenarnya gak perlu diraguin, karena selain mereka merupakan aktor senior, mereka sudah berpengalaman akting dengan karakter villain dari drama mereka sebelumnya. Untuk pengambilan gambar, sutradara banyak mengambil metode close up. Fokus kamera juga lebih banyak fokus pada raut wajah pemeran yang sedang berbicara. So, Kita akan jarang melihat fokus kamera kepada dua orang/ lebih secara bersamaan ketika beberapa orang sedang berinteraksi.


Untuk teman-teman yang suka dan berharap akan adegan romance, sayangnya kalian tidak akan menemukan adegan tersebut diantara pemeran utamanya karena sedari awal drama ini bukanlah drama bergenre romance. Tetapi meskipun begitu, drama ini sangat menarik dengan alurnya yang sangat terkonsep dengan baik.  

Menurut aku sih naskah drama ini sangat baik, karena memiliki proporsi yang tepat antar bidangnya. Drama ini sendiri merupakan drama medis tetapi kita juga merasakan vibes yang kuat untuk crime, thriller, law, dan politics. Sangat jarang ada drama yang dapat menyetarakan proporsi yang tepat seperti ini. Ada beberapa drama bergenre drama medis mix dengan romance, ataupun crime, tapi  seringkali membuat genre lainnya jadi tidak terlalu kelihatan. Contohnya jika drama medis-romance/ drama  medis-crime, seringkali bidang medisnya digambarkan dengan baik tapi genre lainnya (romance/crime) tidak tertonjol dengan baik, ataupun sebaliknya. Penciptaan konflik dalam drama ini juga sangat baik dimana memberi banyak  ilmu tentang dunia kedokteran, penyakit-penyakit serius, bidang psikologi, hukum dan politik.


Dari drama ini juga kita bisa melihat bagaimana kotornya dunia politik dan bagaimana curangnya kehidupan di penjara, dimana orang yang berkuasa dan kaya raya dapat membeli dan melakukan apa saja yang mereka inginkan. Dalam drama ini mereka “menciptakan” banyak penyakit agar mereka lolos dari hukuman. Sistem hukum yang begitu miris😩😩. Hmm kira-kira di Indonesia ada kasus kaya gak ya??😏😏


Awalnya tuh ya, aku kasihan banget sama Na Yi Je karena meskipun udah berlaku sebagai orang baik, dia bahkan mendapat perlakuan yang tidak adil bahkan sampai kehilangan orang-orang yang ia hargai termasuk ibunya sendiri. Itulah membuat aku senang banget sewaktu ia memutuskan untuk balas dendam. Ia berubah dari seorang victim menjadi seorang “villain”. Disini hal uniknya, dimana protagonisnya berlaku sebagai orang baik bersamaan dengan menjadi seorang villain. Jadi meskipun ia menjadi sangat licik, tetapi kita tetap dapat merasakan sisi baiknya.

Bosan juga gak sih kalau pihak protagonist yang lemah, selalu baik, sering dipermalukan dan mendapat banyak ketidakadilan hanya bergantung pada orang lain, or menunggu keberuntungan or menunggu hukum karma mendatangi pihak antagonis??!!πŸ˜•πŸ˜• Kalau tidak begitu, pihak protagonis seringkali berubah menjadi antagonis (bener-bener jadi orang jahat) setelah mendapat banyak ketidakadilan. So menurut aku, karakter Na Yi Je keren banget. 

Kalau nonton dari awal, pasti kalian akan beberapa kali bingung, apakah sebenarnya Na Yi Je merupakan protagonist atau antagonis. Kita tahu bahwa ia niatnya baik tapi kalau dia lagi mode serius, keluar tuh gaya “psikopat”nya. Jadi ingat 'Nam Gyu-man' hmmm😏😏. 



Dalam drama ini teman-teman akan melihat banyak adu strategi antar pemeran utama, dimana mereka  berusaha semaksimal mungkin untuk saling menyerang dengan strategi masing-masing. Yang menariknya (seperti yang sebelumnya sudah aku sebutkan) pemeran utama disini sangat kuat karakternya jadi sangat menarik ketika ia adu kelicikan dengan lawannya (villainnya). Nonton drama ini seperti menonton “psikopat vs psikopat”. Ditambah lagi para tahanannya juga banyak berjiwa psikopat. Hmm..... kelam banget rasanya hidup mereka😌😌.

Sound effect dan OST juga sangat mendukung setiap scene yang benar-benar membuat emosi seperti roller coaster sepanjang menonton drama ini. Sinematografi dalam drama ini juga turut membantu suasana semakin tegang antar pemeran utama. Hal ini dapat dilihat dari seringnya suasana gelap dan kelam pada setting penjara, kantor kejaksaan, perusahaan, atapun di dalam rumah sakit.



     
    Keunikan

    • Kita banyak dapat ilmu dibidang kesehatan, hukum, dan psikologi
    • Menggunakan beberapa perumpamaan yang terlihat pintar, seperti perumpamaan pohon akasia di afrika yang melakukan simbiotik dengan semut dengan mengeluarkan getah untuk mengumpulkan kutu daun.
    • Meskipun memperlihatkan adegan operasi dan banyak membahas tentang penyakit serius dan politik tetapi penulis mempunyai beberapa ciri khas baik dalam pengambilan gambar, focus pemakaian benda, ataupun sifat yang khas untuk karakter tertentu. Hal ini dapat kita lihat seperti:
        1. Walaupun banyak hal yang bisa dilakukan untuk melakukan kejahatan tapi penulis lebih fokus kepada tusukan atau suntikan (hal ini bisa kita lihat saat Na Yi Je membantu Lee Jae Hwan kembali bernafas pada saat kecelakaan bis penjara, saat psikopat menusuk dokter Han So Geum, dan saat dr. Seon Min Sik menyelamatkan Na yi Je saat ditusuk. Untuk penggunaan suntik ada sangat banyak digunakan oleh pemeran utama untuk melakukan kejahatan dari awal hingga akhir episode).
        2. Gaya Hip Throws yang kerap kali dilakukan karakter Han So Geum di awal, pertengahan dan akhir episode. Hal ini membuat karakternya menjadi pribadi yang kuat secara fisik dan sudah seperti ciri khas untuk karakternya.

    Kekurangan


    Meski plotnya teratur dan alurnya bagus tetapi aku tetap merasa ada plot hole, dimana drama ini tidak menjelaskan secara pasti settingan waktu yang sebenarnya saat Na Yi Je keluar dari penjara, saat ia merencanakan semua strategi, dan sewaktu ia sempat bekerja di klinik medis penjara lain sebelum ia akhirnya bekerja di klinik medis lapas Seoul barat, serta bagaimana ia mendapatkan informasi mengenai orang-orang yang terlibat dalam semua masalahnya hingga ke dalang utama (puncak utama dendamnya).



    Pesan Moral

    • Meskipun niatnya adalah balas dendam tetapi Na Yi Je tidak mengorbankan orang lain atau menciptakan penderitaan bagi orang lain. Kerap kali orang yang balas dendam akan dibutakan oleh ambisinya yang membuat ia melakukan segala cara tanpa memikirkan dampaknya kepada orang lain, namun hal ini tidak dilakukan oleh karakter Na Yi Je.
    • Masalah akan membuatmu semakin kuat, bukan melemahkan mu, dan tentunya membuatmu menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting. Hasil takkan menghianati proses.
    • Tidak ada yang tidak mungkin. Segalanya dapat berubah meskipun membutuhkan waktu yang “lebih” banyak untuk hal itu.
    • Na Yi Je membuktikan bagaimana keadilan itu menang meskipun awalnya terasa sangat tidak mungkin.


    Ending

    Ending dari drama ini merupakan happy ending. Meskipun semuanya tidak dijelaskan dengan langsung, namun kita dapat mengerti apa yang terjadi untuk setiap tokohnya. 

    πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†Bonus senyum dari ahjussi psikopat wkwkπŸ˜‚πŸ˜‚

    Overall aku merekomendasikan drama ini bagi teman-teman yang menyukai drama dengan genre medical drama, crime, dan politics. Untuk skala 1-5, aku akan beri skor 4.7.  
    Sebelum menutup review ini, ada satu kalimat yang diucapkan oleh Na Yi Je yang membuatku turut prihatin.

    "Mengapa menghukum penjahat terasa begitu sulit?"

     

    Mungkin banyak orang yang juga pernah merasakan dan berpikir seperti ini. Di kehidupan nyata pun sangat banyak hal seperti ini. Kalau aku pribadi sih, “Pembalasan itu milik Tuhan bukan milik manusia”. Lebih baik berkeyakinan seperti itu daripada menghancurkan hidup demi membalas orang jahat yang tiada ujungnya. Kalau kasus Na Yi Je kan beda ya, itu cuma drama hehe😏😏 Dalam dunia nyata, gak mungkin semulus itu membalas dendam, bahkan kerap kali merugikan/mengorbankan diri sendiri ataupun orang-orang sekitar kita.

    Okey sekian bahasan drama kali ini, See you next review!! Bye byeπŸ‘‹πŸ‘‹



    Load comments