Friday, June 11, 2021

Review Drama Korea "Law School" (2021) : Sekolah Hukum Terkece di Korea Selatan





Pada tanggal 14 April 2021, JTBC merilis drama korea terbaru yang berjudul "Law School" sebagai drama pengganti "Sisyphus: The Myth" untuk slot tayang Rabu dan Kamis.

Drama yang bergenre hukum ini merupakan drama Kim-Beom setelah dramanya sebelumnya yang berjudul "Tale of the Nine Tailed" pada tahun 2020. Untuk Millers yang ngefans dan masih ingin melihat akting dari Oppa ini, wajib banget nih mencoba drama yang satu ini. 

Profile :
  • Title : Law School
  • Writer : Seo In 
  • Director : Kim Suk-Yoon
  • Network : JTBC, Netflix
  • Episodes : 16
  • Release date : 14 April - 9 Juni 2021
  • Runtime : Rabu dan Kamis
  • Genre : Legal, Drama
  • Cast :
    • Hankuk University Law Faculty :
      • Kim Myung-Min : Yang Jong-Hoon
      • Lee Jung-Eun : Kim Eun-Suk
      • Ahn Nae-Sang : Seo Byung-Ju
      • Gil Hae-Yeon : Dean Oh Jung-Hui
      • Woo Hyeon : Sung Dong-Il
      • Oh Man-Seok : Vice Dean Kang Ju-Man
      • Lee Yoon-Hee : School President

    • Hankuk University Law Students
      • Kim Beom : Han Joon-Hwi
      • Ryoo Hye-Young : Kang Sol A
      • Lee Soo-Kyung : Kang Sol B
      • David Lee : Seo Ji-Ho
      • Ko Yoon-Jung : Jeon Ye-Seul
      • Hyun Woo : Yoo Seung-Jae
      • Lee Kang-Ji : Min Bok-Ki
      • Kim Min-Seok : Jo Ye-Beom

    • Prosecutors's Office
      • Park Hyuk-Kwon : Jin Hyeong-U
      • Yoon Sang-Hoon : Lee Han-Joo

    • Assemblyman Ko Hyeong-Su's Team
      • Jung Won-Joong : Assemblyman Ko Hyeong-Su
      • Lee Hwi-Jong : Ko Yeong-Chang (Ko Hyeong-Su's son)

    • Jungang Police Station 
      • Kim Hee-Chang : Jang Dong-Su
      • Seo Suk-Kyu : Detective Oh

    • Kang Sol A's Family
      • Shin Mi-Young : Kang Sol A's mother
      • Park So-Yi : Kang Byeol

Photo by @jtbcdrama via instagram.com


Sinopsis :

Drama ini bercerita tentang kehidupan para mahawiswa hukum di Universitas Hankuk. Di fakultas hukum ini sistem pengajaran dan sistem penilaian sangat ketat sehingga mengharuskan para mahasiswanya untuk belajar keras dan bersaing untuk mendapatkan nilai tertinggi. Untuk mahasiswa yang sangat pintar tentu persaingan nilai ini sangat membangkitkan semangat belajar mereka, namun hal ini merupakan neraka bagi mahasiswa yang memiliki kecerdasan rata-rata. Selain sistem pengajaran yang cukup ketat, mahasiswa juga harus siap dengan berbagai sistem penilaian yang cukup ketat oleh para dosennya. 

Dosen di fakultas hukum ini bukanlah sembarang profesor seperti pada umumnya, karena dosen di fakultas ini mayoritas mantan pekerja hukum yang berprestasi sebelumnya, mulai dari mantan hakim, jaksa, hingga pengacara terkenal. Sehingga bukanlah hal yang mengejutkan jika mereka menetapkan standar yang tinggi kepada mahasiswanya.

Yang Jong-Hoon merupakan salah satu dosen di fakultas hukum di Universitas Hankuk. Ia adalah mantan Jaksa yang terkenal tegas dan dengan kepribadian yang kuat. Akibat dari kekalahannya saat melawan Seo Byung-Ju di pengadilan, ia pun memutuskan untuk menjadi dosen. Di universitas, ia termasuk dosen yang ditakuti dan tidak disenangi oleh banyak mahasiswa. Kepribadiannya yang begitu tegas dan begitu tajam ketika mengungkapkan fakta membuat mahasiswa harus benar-benar belajar keras untuk mendapatkan nilai yang bagus darinya. 

Yang Jong-Hoon merupakan dosen yang sangat mementingkan pengajaran dan ingin seluruh muridnya benar-benar memahami hukum. Ia pun selalu memberikan pengajaran, tugas, dan ujian berdasarkan kasus yang benar-benar terjadi sebelumnya. Ia tak segan-segan mengkritik pedas para mahasiswanya jika mereka menyalahi aturan atau menyalahi hukum. Ia sangat tegas kepada mahasiwa karena berharap kelak mereka dapat menjadi pekerja hukum yang adil, dan bertanggung jawab.

Suatu hari  kelas Yang Jong-Hoon diubah menjadi simulasi sidang, dimana setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliahnya harus turut dalam simulasi tersebut. Hampir seluruh dosen juga turut hadir dalam simulasi sidang tersebut untuk mengamati para mahasiswa. Namun tiba-tiba kejadian mengerikan terjadi. Seo Byung-Ju yang merupakan mantan jaksa, seorang dosen, dan penyumbang terbesar di fakultas hukum tersebut, ditemukan meninggal di ruang istirahatnya disaat proses simulasi sidang tersebut dijeda. Polisi pun harus menghentikan simulasi sidang dan mulai menyelidiki kasus kematian tersebut.

Polisi yang mendapat banyak petunjuk bahwa Seo Byung-Ju meninggal akibat dibunuh, segera menetapkan para mahasiswa yang hadir di ruangan sidang sebagai saksi. Hal itu dilakukan karena satu-satunya akses untuk menuju ruang istirahat Seo Byung-Ju adalah melalui ruangan sidang tersebut. Para mahasiswa yang lebih mengkhawatirkan nasib nilai mereka pun menjadi kesal. Namun mereka tetap harus membantu penyelidikan atas kematian Seo Byung-Ju yang begitu misterius. 

Setelah beberapa penyelidikan, polisi menduga dan mengambil kesimpulan bahwa Yang Jong-Hoon merupakan orang yang membunuh Seo Byung-Ju. Seluruh petunjuk dan keterangan saksi mengarahkan kesimpulan bahwa Yang Jong-Hoon sebagai pembunuh. Dugaan juga semakin kuat karena ia diketahui bermusuhan dengan Seo Byung-Ju yang telah dianggap sebagai musuh ketika masih seorang jaksa.

Yang Jong-Hoon begitu melek hukum dan paham betul bahwa petunjuk mengarah kepadanya sebagai terdakwa benar adanya. Ia pun memutuskan untuk menerima dakwaan tersebut pada awalnya. Namun ia yang sebagai orang yang paham betul hukum takkan mungkin kalah secepat itu. Ia pun berusaha untuk memecahkan kasus pembunuhan ini dan memulihkan nama baiknya dengan balik melawan menggunakan hukum. 

Dalam proses penyelidikan ini, Yang Jong-Hoon dibantu oleh Kim Eun Suk yang merupakan mantan hakim dan juga koleganya sebagai dosen di universitas. Proses penyelidikan ini pun turut menyertakan para murid Yang Jong-Hoon yang dipimpin oleh Kim Beom yang juga merupakan keponakan dari mendiang Seo Byung-Ju.

Dalam proses penyelidikan kasus pembunuhan tersebut, fakta-fakta lain pun mulai terkuak. Fakta dan bukti-bukti lain yang semakin melemahkan status Yang Jong-Hoon sebagai terdakwa. Namun semakin banyak fakta dan bukti terkuak, semakin banyak juga orang yang dicurigai sebagai terdakwa selain Yang Jong-Hoon. 

Yang Jong-Hoon akhirnya terbukti tidak bersalah, tapi pelaku sebenarnya dari kasus pembunuhan tersebut tidak juga ditemukan. Selain menangani kasus pembunuhan yang belum juga selesai, kelompok mahasiswa hukum yang merupakan murid Yang Jong-Hoon, kemudian harus kembali disibukkan dengan kasus-kasus hukum baru lainnya yang ditujukan untuk menyerang mereka sebagai murid Yang Jong-Hoon. Dengan berbekal ilmu yang mereka pelajari, kelompok murid ini bersama dengan para dosen berusaha untuk menyelidiki dan mengungkap kebenaran dibalik semua kasus hukum yang mengerat kehidupan sekolah mereka.



Review

Jika kamu Kdrama Lovers yang suka drama bergenre hukum, maka drama ini wajib banget kamu tonton. 

Drama ini sangat seru hingga membuatku juga ingin belajar hukum. Jika Millers menonton drama ini pasti akan takjub dengan seluruh karakter karena mulai dari anak kecil, mahasiwa, orang tua, hingga penjahat sekalipun sangat melek atas hukum. 

Pada awal aku menonton drama ini, aku pernah memutuskan stop karena berpikir bahwa drama ini memiliki alur yang cukup rumit. Jika tidak benar-benar fokus, pada episode 1-4 penonton akan merasa bingung karena pergantian scene yang begitu intens dan keterangan waktu yang tak terlalu jelas. Banyak juga Knetz yang mengeluhkan hal tersebut di awal-awal episode. 

Photo by @jtbcdrama via instagram.com

Yang membuat alur drama ini semakin rumit adalah pada awal-awal episode, drama ini akan bolak-balik mengganti terdakwa atas kasus pembunuhan, dan ketika masalah ini masih belum selesai, kemudian muncul lagi kasus-kasus rumit lainnya yang harus mereka hadapi. So, bisa aku bilang kasus dalam drama ini sangat complicated. Bentuk masalahnya seperti piramida, dimana semua masalah akan bertumpuk diawal hingga akhirnya menjadi kerucutnya dalam mengungkapkan pelaku yang sesungguhnya. 

Drama ini benar-benar fokus tentang hukum. Seluruh masalah dan kasusnya akan diselesaikan secara hukum, baik dari pihak protagonis ataupun antagonis. Untuk Millers yang merasa drama ini terlalu berat dan akan merasa bosan ketika menontonnya, tenang saja, scene romance tipis-tipis antara Han Joon-Hwi dan Kang Sol A akan turut menghibur dalam drama ini. Scene antara mereka berdua selalu berhasil membuat penonton tersenyum-senyum ketika menontonnya 😁 .

Photo by @jtbcdrama via instagram.com

Seluruh pemeran dalam ini juga sangat bagus mulai dari akting hingga chemistry antar pemerannya. Karakter para mahasiswanya sangat pintar, dan mereka tak kalah dari dosen-dosen mereka yang begitu pintar dan bijaksana. Karakter para mahasiswanya pun beragam mulai dari pintar banget hingga hanya rata-rata, ada yang kalem hingga jahil banget, dan yang bijaksana hingga yang begitu mengesalkan. Dengan beragamnya karakter ini, Millers akan melihat beberapa character development untuk para pemerannya.


Photo by @jtbcdrama via instagram.com

Meskipun drama ini menceritakan hukum di Korea Selatan yang tentunya berbeda dengan Indonesia, namun ada banyak istilah-istilah dan pengetahuan umum di bidang hukum yang dapat diketahui oleh orang awam berkat drama ini. Satu hal juga yang aku dapat dari drama ini, fakta bahwa orang yang paham hukum dengan baik jauh lebih menakutkan dari orang yang buta hukum.

Dalam drama ini hal yang aku sukai adalah metode pengajaran karakter Yang Jong-Hoon. Aku awalnya merasa ia adalah karakter yang terlalu berkeribadian dingin dan terlalu kaku sehingga seperti tak memiliki empati. Namun setelah menonton dramanya hingga selesai, karakternya benar-benar layak mendapat pujian. 

Meskipun terlihat seperti tak mempunyai empati tetapi sebenarnya ia memiliki empati yang tinggi namun ia menunjukkannya dengan membuktikannya lewat hukum yang benar. Yang Jong-Hoon pun selalu turut menyertakan para muridnya dalam setiap kasus yang terjadi, karena ia ingin mahasiswanya benar-benar paham hukum bukan hanya secara teori namun juga secara praktik. Meskipun ia sering mengeluarkan kata-kata atau kritik yang tajam kepada mahasiswanya, namun ia selalu di belakang mereka untuk  memberikan dorongan dan bantuan di setiap masalah yang mereka hadapi. 

Photo by @jtbcdrama via instagram.com

Secara keseluruhan drama ini bagus, namun ada 2 hal yang membuatku masih penasaran yaitu:
  • Kehidupan masa kecil hingga besar Kang Sol A. Ada beberapa scene yang menunjukkan sekilas bahwa ia memiliki ayah tiri dan ibunya dulu sering mendapat kekerasan rumah tangga. Aku penasaran kejadian yang sesungguhnya. Aku juga penasaran dimana ayah tirinya berada, dan dimana keberadaan Kang Sol A hingga ia baru mengetahui masalah Kang Dan setelah berkuliah hukum, secara mereka saudara kembar yang memiliki umur yang sama. Kang Dan juga sudah menjadi dosen di luar negeri sedangkan ia saja masih di pertengahan masa perkuliahannya, kenapa bisa secara umur mereka sama?
  • Bibi Han Joon-Hwi kenapa malah menghilang setelah episode 2, padahal kasus suaminya Seo Byung masih dibahas hingga episode terakhir. Sayang banget sih karakter ini tiba-tiba hilang, secara di episode 1-2, Bibi Han Joon-Hwi sangat berapi-api menuduh Han Joon-Hwi sebagai pembunuh dan ia juga bertekad untuk mencari pembunuh suaminya. Meskipun bibinya ini jelas-jelas salah tuduh dan melakukan hal memalukan, tapi sepertinya tidak harus langsung dihilangkan di episode 2. 

Ending dari drama ini cukup memuaskan. Kita dapat melihat bahwa seluruh kasus telah selesai dengan baik dan para murid telah lulus dan menjadi pelaku hukum yang hebat, mulai dari hakim, jaksa, hingga pengacara. Endingnya ini juga bisa sebagai beginning sih. Cocok banget kalau dilanjutkan ke season 2, dimana mereka semua sudah menjadi pekerja hukum. Sepertinya akan seru  hehe

Meskipun rating drama ini stagnan disekitaran 4-6%, tapi drama ini lumayan bagus dan layak banget untuk kamu tonton. Bagi yang ingin menonton drama ini bisa streaming di Netflix ya 😉 See you next review Millers 👋👋

Bonus senyumnya Oppa Kim Beom 💖👇👇

Photo by @jtbcdrama via instagram.com




Load comments