Saturday, August 21, 2021

Review dan Sinopsis Film Korea The Dude in Me (2019)




Tahun 2019 merupakan salah satu tahun dimana ada banyak film Korea menarik yang rilis, seperti Extreme Job, Parasite, Exit, Ashfall, dan banyak lainnya. Untuk review ini saya akan membahas film yang menduduki urutan ke-18 Box Office Korea Tahun 2019. Film ini berjudul 'The Dude In Me'. Angka penjualan film ini lumayan besar, yaitu sebanyak 1,9 juta tiket penonton. Meskipun tak sepopuler film Korea 'Extreme Job', tapi film ini memiliki daya tarik tersendiri.


Profil:

  • Judul : The Dude in Me
  • Sutradara : Kang Hyo-Jin
  • Produser : Kim Dong-Joon, Lee Seo-Yeol, Lee Seung-Hyo
  • Penulis : Shin Han-Sol, Jo Joong-Hoon, Kang Hyo-Jin
  • Tanggal rilis : 9 January 2019
  • Durasi : 122 menit
  • Genre : Comedy, Fantasy
  • Negara : Korea Selatan
  • Rating : 6.9/10 (IMDb)
  • Pemeran utama :
    • Park Sung-Woong : Jang Pan-Soo
    • Jung Jin Young : Kim Dong-Hyun
    • Ra Mi-Ran : Oh Mi-Sun
    • Lee Soo-Min : Oh Hyun-Jung

Sinopsis

Film ini bercerita tentang Jang Pan-Soo yang merupakan seorang ketua Gangster terkenal. Ia merupakan seseorang yang memiliki kepribadian yang kuat dan pragmatis. Suatu hari ia memutuskan makan di sebuah warung makan sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya. Disaat yang bersamaan, seorang anak SMA bertubuh gempal yang bernama Kim Dong-Hyun juga sedang menikmati makanannya. 

Setelah usai makan, Kim Dong-Hyun kesulitan membayar makanannya, namun nenek si pemilik warung mengatakannya bahwa ia tidak perlu membayar makanannya. Disisi lain, ketika Jang Pan-Soo akan membayar makanannya, si nenek menambah tagihan Kim Dong-Hyun ke dalam tagihan Jang Pan-Soo. Menyadari hal tersebut Jang Pan-Soo merasa kesal kepada si nenek pemilik warung. Namun si nenek pemiliki warung tidak merasa bersalah dan mengatakan bahwa ia akan memberikan hadiah kepada Jang Pan-Soo karena sudah mau membayar semua tagihan tersebut. Mendengar perkataan si nenek yang terdengar sedikit konyol, Jang Pan-Soo pun pergi meninggalkan warung tersebut tanpa menghiraukan perkataan si nenek.

Beberapa saat kemudian, Jang Pan-Soo yang sedang bertelepon di depan sebuah gedung tinggi harus bernasip naas. Seorang anak SMA yang tak lain merupakan Kim Dong-Hyun, jatuh dari suatu atap gedung dan menimpa Jang Pan-Soo. Akibat kejadian ini, Kim Dong-Hyun dan Jang Pan-Soo pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Meskipun nyawa mereka masih tertolong, namun mereka harus dalam keadaan koma untuk beberapa saat.

Tak lama kemudian, Jang Pan-Soo pun sadar dari koma. Ia merasa kebingungan dan merasakan hal yang aneh terhadap tubuhnya. Ketika ia berkaca, betapa terkejutnya ia karena melihat wajahnya telah berubah menjadi jauh lebih muda. Ia semakin bingung ketika menyadari bahwa tubuh tersebut bukanlah miliknya. Setelah mencari tahu, ia akhirnya tahu bahwa tubuh dan jiwanya telah tertukar dengan pemuda yang menimpanya. 

Disebabkan jiwa tertukar dan tubuh asli Jang Pan-Soo masih dalam keadaan koma, membuat jiwa Jang Pan-Soo yang berada di tubuh Kim Dong-Hyun harus menjalani kehidupan anak SMA. Meskipun ia sangat tidak nyaman dengan kondisi tersebut, ia terpaksa menjalaninya karena tidak punya pilihan lain.

Disaat jiwa Jang Pan-Soo menjalani kehidupan sekolah, ia menyadari bahwa Kim Dong-Hyun yang asli sebelumnya mengalami bullying yang cukup parah di sekolahnya. Hal ini membuat Jang Pan-Soo sangat kesal. Dengan jiwa premannya, ia benar-benar tidak dapat menerima perlakuan teman sekolah Kim Dong-Hyun. Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan diet dan olahraga agar mendapatkan tubuh yang ideal. Selain berencana untuk membalas para pelaku bullying, ia melakukan diet karena merasa sangat lelah untuk melakukan segala kegiatan dengan tubuh gempal Kim Dong-Hyun.

Setelah berhasil memperoleh tubuh yang ideal, dengan wajah tampannya Kim Dong-Hyun yang berjiwa Jang Pan-Soo menjadi primadona di sekolahnya. Para pelaku bullying yang selama ini berlaku kejam menjadi takut kepada diri Kim Dong-Hyun yang baru. Namun ternyata di sekolah tersebut bukan hanya Kim Dong-Hyun yang menjadi korban bullying, namun ada juga Oh Hyun-Jung yang merupakan seorang anak yang hanya dibesarkan oleh ibunya. 

Setelah mencari tahu tentang Oh Hyun-Jung, jiwa Jang Pan-Soo sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Oh Hyun-Jung merupakan anak kandungnya. Hal ini berkaitan dengan masa lalu Jang Pan-Soo. Di masa lalu Jang Pan-Soo harus berpisah dengan seorang wanita yang dicintainya. Wanita ini bernama Oh Mi-Sun. Ketika akan berpisah, Oh Mi-Sun sedang mengandung anak Jang Pan-Soo, namun ia memilih untuk tidak memberitahu Jang Pan-Soo keadaannya tersebut.

Setelah mengetahui Oh Hyun-Jung merupakan anak kandungnya, jiwa Jang Pan-Soo yang terjebak di tubuh Kim Dong-Hyun, menjadi sangat perhatian kepadan Oh Hyun-Jung. Ia juga membantu Oh Hyun-Jung agar berani menghadapi para pelaku bullying yang selalu semena-mena kepadanya. Jiwa Jang Pan-Soo merasa senang karena menjadi tahu keberadaan anaknya, tetapi merasa sedih juga karena menyadari anaknya telah bertumbuh besar tanpa ada sosok ayah bersamanya. Dengan kesempatan yang ada, jiwa Jang Pan-Soo pun berusaha mendapatkan kembali keluarganya dengan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Oh Mi-Sun. 

Disisi lain tubuh Jang Pan-Soo dengan jiwa Kim Dong-Hyun pun sadar dari koma. Jiwa Kim Dong-Hyun yang pada awalnya merasa kebingungan, akhirnya dapat beradaptasi dengan keadaan aneh yang tidak dimengertinya itu. Karena tidak mengetahui bagaimana cara untuk kembali ke tubuh masing-masing, jiwa Jang Pan-Soo dan Kim Dong-Hyun pun memutuskan untuk saling membantu masalah kehidupan pribadi mereka dengan tubuh yang sekarang mereka miliki. Mereka tetap melakukan hubungan mutualisme ini hingga mereka dapat menemukan cara untuk kembali ke tubuh asal mereka.


Review

Bagi kamu penggemar baru Jung Jin-Young berkat drama 'Police University', film ini salah satu referensi yang lumayan bagus untuk kamu tonton. Film yang lumayan seru dan menghibur.

Jika bicara tentang genre dan tema film ini, sebenarnya bukanlah hal yang baru, bahkan sudah sangat umum. Kisah klise pertukaran tubuh sudah banyak sekali contohnya baik dalam drama maupun film, sehingga ketika teman-teman menonton film ini pasti dapat dengan mudah menebak alurnya.

Yang membuat film ini menarik adalah kisah lucu dalam pertukaran jiwa seorang gangster yang begitu kuat dengan jiwa anak SMA yang begitu penakut. Film ini juga mengambil isu bullying menjadi salah satu konflik utama pemeran utama. Kasus bullying yang kerap terjadi di kehidupan anak sekolahan ini sering kali menjadi topik panas yang mengundang banyak perhatian penonton. 

Sesuai dengan genrenya, film ini mengandung unsur komedi yang lumayan lucu. Ada juga unsur family drama yang cukup membuat penonton merasa terharu. 

Alur dan plot film ini standar dan sesuai dengan porsinya. Tak cepat namun tidak lambat juga. Sudut pandang film ini juga kebanyakan diambil dari sisi Jang Pan-Soo. Jika biasanya kisah pertukaran tubuh menceritakan konflik antara kedua pemeran utamanya, namun konflik utama dalam film ini lebih berfokus kepada kehidupan pribadi Jang Pan-Soo. Seolah-olah karakter Kim Dong-Hyun hanyalah pemeran pendukung. 

Salah satu yang saya sayangkan dalam film ini adalah karakter Kim Dong-Hyun yang hanya memiliki time screen yang lumayan sedikit, padahal karakternya sebagai Jang Pan-Soo yang berjiwa Kim Dong-Hyun terlihat sangat lucu. Bayangkan saja seorang ketua gangster yang tiba-tiba berlaku seperti bocah dan berjiwa barbie. Pasti filmnya akan lebih lucu lagi jika karakter ini muncul lebih sering. 

Scene lucu, namun sedikit aneh saya rasakan ketika Jang Pan-Soo yang masih menggunakan tubuh Kim Dong-Hyun berusaha mendekati Oh Mi-Sun dan menyatakan rasa cintanya. Sedikit aneh saya rasakan karena age gap antara  Jung Jin-Young dan Ra Mi-Ran terlalu jauh, ditambah lagi status karakter Kim Dong-Hyun merupakan anak SMA sedangkan Oh Mi-Sun sudah lumayan berumur.

Untuk kualitas akting para pemeran utama sebenarnya sudah bagus, namun mungkin sedikit kurang ketika Jung Jin-Young memerankan Jang Pan-Soo yang menjadi anak sekolah dan ketua gangster disaat yang bersamaan. Sebenarnya bukan karena akting Jin-Young yang kurang baik, namun menurut saya karena aktor Park Sung-Woong yang memiliki ciri khas yang unik terutama dalam hal aksen dan cara berbicara. Tentu ini bukanlah hal yang mudah untuk ditiru. Untuk hal lainnya sudah lumayan bagus.

Dengan plot dan alur yang terkesan biasa saja, namun film ini tetap menarik untuk ditonton terutama bagi teman-teman yang ingin menonton film dengan genre fantasy dan comedy. Untuk penggemar Jin-Young jangan lupa juga menonton drama on-going terbarunya 'Police University' ya..

Load comments