Thursday, August 12, 2021

Sinopsis Film I Can Speak (2017)

 


Source pic: MyDramalist/I Can Speak


Review (Klik DISINI)


Sinopsis


Film ini bercerita tentang seorang pegawai negeri sipil yang bernama Park Min-Jae (Lee Je-Hoon). Ia baru saja dipindahkan ke sebuah dinas sosial di distrik yang berbeda dengan tempat ia bekerja sebelumnya. Di lingkungannya yang baru ini, ada seorang warga yang bernama Na Ok-Boon (Na Moon-Hee) yang terkenal akan banyaknya keluhannya. Ia merupakan yang seorang nenek yang lumayan cerewet, dan setiap hari akan melaporkan keluhan atas setiap kejadian yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

Seluruh pegawai di dinas sosial sudah merasa lelah dengan banyaknya keluhannya, sehingga mereka mengorbankan Park Min-Jae yang merupakan pegawai baru di kantor tersebut, bertanggung jawab untuk menangani seluruh keluhan yang dilaporkan si nenek setiap hari.

Sebagai pegawai negeri yang baik dan teladan tentu Park Min-Jae pada awalnya juga menerima dan menangani keluhan si nenek dengan baik. Namun setelah beberapa hari, ia akhirnya paham mengapa karyawan lain selalu menghindar untuk menangani keluhan dari si nenek. Namun meskipun demikian, Park Min-Jae tetap melayani dengan baik seluruh laporan keluhan si nenek, tapi ia menekankan 1 syarat, yaitu si nenek harus antri dan melakukan prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pada suatu hari Na Ok-Boon yang sedang berjalan melihat Park Min-Jae berbicara dengan seorang bule yang juga merupakan pengajar bahasa inggris di sebuah lembaga kursus dengan durasi yang cukup lama. Melihat hal ini Na Ok-Boon sangat senang, dan ia memutuskan untuk membujuk Park Min-Jae untuk mengajarinya bahasa inggris. Na Ok-Boon sendiri sangat ingin les bahasa inggris, namun selalu ditolak oleh lembaga kursus dengan alasan bahwa usianya terlalu tua. Na Ok-Boon pun kembali bertemu Park Min-Jae di dinas sosial. Tujuan utamanya sekarang bukanlah laporan keluhan tapi bagaimana membujuk Park Min-Jae agar mau mengajarinya bahasa inggris. Sayangnya meskipun dengan segala usaha telah dilakukan Halmoni Na Ok-Boon, mulai dari cara lembut hingga cara yang menyebalkan, Park Min-Jae tetap menolak tawarannya. 

Tetapi hari keberuntungan si Halmoni Ok-Boon pun tiba. Park Min-Jae yang sedang berjalan pulang melihat adiknya yang sedang menuju suatu tempat yang dimana jalurnya berbeda dengan arah rumah mereka. Ketika ia mengikutinya diam-diam, ia melihat adiknya makan bersama dengan Halmoni Na Ok-Boon. Setelah peristiwa itu ia menjadi tahu bahwa Halmoni Na Ok-Boon sangat baik dan perhatian kepada adiknya. Ia dan adiknya merupakan yatim piatu, sehingga melihat adiknya yang diam-diam diperhatikan Halmoni Na Ok-Boon dengan baik membuat hatinya merasa bersyukur. Ia pun memutuskan untuk membantu Halmoni untuk belajar bahasa inggris.

Sebelum mengajari Halmoni Ok-Boon berbahasa inggris, Park Min-Jae menanyakan tujuannya untuk belajar bahasa inggris. Halmoni Ok-Boon pun mengatakan bahwa ia belajar untuk dapat berkomunikasi dengan adiknya yang telah diadopsi oleh warga Amerika, karena adeknya tidak dapat berbicara bahasa Korea.

Park Min-Jae pun berusaha dengan berbagai metode agar Halmoni Ok-Boon dapat mengerti bahasa inggris. Namun mengajari lansia yang sama sekali tidak dapat berbahasa inggris, tentu akan sangat sulit. Berkat waktu bersama mereka, Park Min-Jae dan Halmoni Ok-Boon semakin akrab dan sudah seperti keluarga. Hingga sesuatu saat, terdapat kesalapahaman hingga membuat mereka berdua berselisih, dan Park Min-Jae memutuskan untuk stop mengajari Halmoni Ok-Boon bahasa inggris. Park Young-Jae yang mengetahui peristiwa tersebut menjadi sangat kesal kepada kakaknya, dan ia pun menceritakan keadaan yang sebenarnya dari Halmoni Ok-Boon. Park Min-Jae yang mendengar keterangan dari adiknya pun langsung mendatangi Halmoni Ok-Boon untuk meminta maaf.

Beberapa hari kemudian, Park Min-Jae yang sedang bekerja, terkejut melihat berita yang meliput tentang kisah hidup Halmoni Ok-Boon. Ia pun menemui Halmoni Ok-Boon untuk mengkonfirmasi peristiwa tersebut. Setelah ditanyai Park Min-Jae Halmoni Ok-Boon pun menceritakan tujuan utamanya untuk belajar bahasa inggris, yaitu agar ia dapat berbicara di Kongres Amerika untuk memperjuangkan keadilan yang sudah cukup lama ia perjuangkan. 

Halmoni Ok-Boon sesungguhnya memiliki seorang sahabat yang dapat berbahasa inggris, namun sahabatnya ini semakin hari semakin melupakannya akibat dari penyakit yang dideritanya. Ternyata ia dan sahabatnya pernah menjadi 'Comfort Women' ketika mereka masih berusia 13 tahun. Dan sebelum penyakit sahabatnya semakin parah, ia juga sempat mengatakan agar Halmoni Ok-Boon menyerah saja untuk berbahasa inggris karena ia sangat pesimis bahwa mereka akan mendapat keadilan. Namun Halmoni Ok-Boon yang mengingat penderitaannya dan sahabatnya yang bahkan masih merasakan trauma hingga mereka tua, tidak ingin menyerah dan memutuskan untuk 'berbicara' tentang pengalaman pahit mereka tersebut. Ia juga ingin memperjuangkan keadilan untuk seluruh wanita yang mengalami penderitaan yang sama seperti dirinya.

Mendengar cerita Halmoni, Park Min-Jae sangat sedih dan turut ingin membantu Halmoni Ok-Boon. Halmoni Ok-Boon pun meminta tolong kepada Park Min-Jae untuk yang terakhir kalinya agar ia diajari bahasa inggris, bukan hanya untuk sekedar berbicara biasa, namun agar ia dapat berbicara dan memperjuangkan keadilan di Kongres Amerika. Park Min-Jae yang sudah menganggap Halmoni Ok-Boon seperti keluarganya, membantu persiapannya hingga hari Halmoni Ok-Boon akan pergi ke Amerika. Meskipun Park Min-Jae tidak ikut ke Amerika, tapi ia senantiasa berdoa untuk keberhasilan Halmoni Ok-Boon di persidangan Mahkamah Internasional tersebut.

Sesaatnya di Kongres, Halmoni Ok-Boon dan beserta saksi dari negara lain yang turut juga mengalami hal yang sama, yaitu menjadi 'Comfort Women' untuk pemerintah Jepang pada masa penjajahan, memberikan kesaksian mereka. Namun dengan kesaksian mereka yang terdengar seadanya tersebut dianggap pemerintah Jepang sebagai kebohongan dan beropini bahwa para saksi hanya ingin mendapatkan kompensasi dari kasus tersebut. Mereka berpendapat bahwa pegawai mereka di masa itu hanya menggunakan prostitusi swasta dan tidak ada menggunakan wanita dibawah umur. Pemerintah Jepang juga meminta agar para saksi memberikan fakta nyata bukan hanya sekedar omongan. Setelah perdebatan yang lumayan panjang, akhirnya kongres tersebut pun di jeda.

Dalam masa jeda, Halmoni Ok-Boon pun bertemu adiknya yang juga memutuskan hadir ke kongres tersebut untuk menemui kakak yang sudah lama tidak ia temui. Pertemuan yang sangat mengharukan antara kedua bersaudara yang sudah lama tidak bertemu. Dengan bahasa inggris yang seadanya, dengan sangat senang Halmoni Na Ok-Boon mencoba berbincang dengan adiknya tersebut. Dalam proses jeda itu juga, Halmoni menghubungi Park Min-Jae untuk membantunya mencari sebuah foto di rumahnya untuk dijadikan sebagai bukti di sidangnya.

Park Min-Jae yang mendengar masalah tersebut dari Halmoni Ok-Boon langsung mencari foto tersebut. Setelah menemukan foto tersebut, Park Min-Jae bahkan rela ke Amerika untuk membantu memberikan bukti tersebut. Meskipun pada awalnya Park Min-Jae dicegat ketika ingin memberi bukti dengan alasan keterlambatannya untuk hadir, akhirnya foto itu pun diterima dan dijadikan bukti oleh pihak Halmoni Ok-Boon. Dalam persidangan tersebut, Halmoni Ok-Boon juga menunjukkan bekas sayatan di tubuhnya sebagai bukti tambahan sebagai 'Comfort Women'. 

Sayangnya, dengan seluruh bukti dan keterangan dari para saksi hingga akhir kongres, pemerintah Jepang tetap tidak ingin mengakui dan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Halmoni Ok-Boon beserta saksi dari negara lainnya hanya bisa menghela nafas setelah mendengar perkataan dari perwakilan pemerintah Jepang tersebut. Namun Halmoni Ok-Boon sudah cukup senang dengan hasil yang sekarang ini ia dapatkan, karena setidaknya ia telah berani berbicara, dan seluruh dunia juga menjadi tahu akan peristiwa tersebut. Ia juga berharap agar peristiwa tersebut tidak akan pernah terulang kembali di negara mana pun.

Setelah peristiwa tersebut, Halmoni Ok-Boon kembali ke kehidupan semulanya namun dengan suasana yang sedikit berbeda, dimana orang-orang di lingkungannya lebih menghormatinya. Ia yang hidup sendiri juga memperoleh keluarga baru yaitu Park Min-Jae dan adiknya Young-Jae yang sudah dianggap Halmoni Ok-Boon seperti cucu kandungnya. Park Min-Jae juga akhirnya mendapat promosi jabatan atas segala pekerjaan dan teladannya di kantor sosial di distrik tersebut.

 ******



Load comments